Corporate
Social Responsibility (CSR)
Menurut Kotler dan Nancy (2005) Corporate
Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk
meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan
mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.
Menurut CSR Forum (Wibisono, 2007)
Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai bisnis yang
dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai
moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan
lingkungan.
Corporate Social
Responsibilit(CSR)adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh
perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab
mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. COntoh
bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang
dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian
beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas
umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan
berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar
perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan
fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan
stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability
perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Manfaat bagi Masyarakat & Keuntungan Bagi perusahaan
CSR akan lebih berdampak positif
bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas
lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox,
2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi
pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya,
dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan
kemampuan organisasi.
Untuk Indonesia , bisa dibayangkan,
pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan
jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus
melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah
persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia , pemerintah harus
berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social
Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang
menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah
memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau
terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses
interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses
interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman
satu pihak terhadap yang lain.
Contoh perusahaan yg telah menerapkan Corporate Social
Responsibility (CSR)
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
menyelenggarakan program tanggung jawab sosial (CSR) bernama ‘BII Berbagi’.
Vice President Corporate CommunicationsBII, Esti Nugraheni menjelaskan, visi
dari program ini membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih cerah.
BII Berbagi fokus pada tiga bidang
utama, yakni pendidikan ( education), kegiatan untuk mendukung hidup yang sehat
( promote healthy life), serta lingkungan dan kemasyarakatan ( environment
& community) dengan tetap memiliki kepekaan terhadap situasi yang terjadi
di Tanah Air, seperti jika terjadi bencana alam.
Di bidang pendidikan, BII menyadari
tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya.
Itulah mengapa bank ini fokus di bidang pendidikan guna membantu mereka yang
kurang mampu dalam mencapai masa depan yang lebih cerah.
Program pendidikan yang dimaksud,
di antaranya beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Selain itu, juga ada program pengembangan kompetensi perilaku (softskill).
BII juga, lanjut Esti, aktif
mengunjungi sekolah ( school visit). ”Dalam pelaksanaan program ini akan
dilakukan serangkaian kegiatan, seperti pengajaran pengetahuan umum, ilmu
perbankan dasar, dan komputer,” paparnya.
Program CSR lainnya, adalah
mendukung pola hidup sehat melalui kegiatan olahraga, seperti pembentukan
spirit dan kultur untuk menjadi juara dan mewujudkan gaya hidup sehat, serta
peduli terhadap peningkatan gizi 5.000 anak di 20 kota di Indonesia yang
bekerja sama dengan World Food Programme (WFP). Peduli lingkungan, seperti
penanaman pohon juga menjadi salah satu poin penting program CSR bank ini.
Perkembangan Bisnis Internasional dalam 5
tahun terakhir sampai 10 tahun kedepan
Perkembangan
perekonomian dunia yang terus memburuk dan belum munculnya
tanda-tanda akan segera berakhirnya krisis global menyebabkan prospek
perekonomian Indonesia
ke depan masih diliputi oleh nuansa ketidakpastian yang tinggi.
Dampak
krisis dipastikan akan memberikan tekanan yang cukup signifikan, tidak
saja pada perekonomian domestik jangka pendek, namun juga akan
mempengaruhi lintasan variabel-variabel kunci ekonomi makro dalam jangka
menengah. Meskipun diperkirakan akan mengalami tekanan yang cukup
kuat pada tahun 2009, namun dalam jangka menengah
perekonomian diperkirakan akan tetap bergerak dalam
lintasan pertumbuhan ekonomi yang makin tinggi dengan laju inflasi
yang tetap terkendali. Permintaan domestik diperkirakan akan tetap
menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi, sementara kinerja ekspor
juga akan kembali mengalami penguatan sejalan dengan mulai bangkitnya
perekonomian global pada tahun 2010.
Penguatan
sisi permintaan domestik ini mampu diimbangi dengan meningkatnya daya
dukung kapasitas perekonomian, sehingga mampu menjaga kecukupan di
sisi produksi. Terjaganya keseimbangan antara sisi permintaan dan
penawaran inilah yang merupakan salah satu faktor utama
yang menyebabkan perekonomian mampu terus tumbuh tanpa harus
mengorbankan stabilitas harga. Meskipun demikian, tekanan yang cukup kuat
pada perekonomian dalam jangka pendek menyebabkan pertumbuhan ekonomi
dalam jangka panjang akan cenderung terhambat, sehingga secara umum
proyeksi perekonomian ini mengalami penyesuaian ke bawah dibandingkan
proyeksi sebelumnya
Tabel
4.1
PT.JAYA PARI STEEL.Tbk
NERACA
31 Desember 2011 dan 31
Maret 2012
Keterangan
|
31 Desember 2011
|
31 Maret 2012
|
Aktiva
Aktiva
lancar
Kas dan
setara kas
Investasi
sementara
Piutang
sementara
Pihak
berelasi
Piutang
lain-lain – pihak ketiga
Persediaan
Uang muka
pembelian
Pajak
dibayar dimuka
Biaya
dibayar dimuka
![]() ![]()
Aktiva
Tidak Lancar
Piutang
pajak
Aset
tangguhan – bersih
Investasi
pada entitas asosiasi
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp.
56.496.569.820 pada 31 Maret 2012 dan Rp.56.013.889.152 pada 31 Desember 2011
Properti Investasi
Aset tidak lancar lainya
![]() ![]()
Jumlah
Asset
|
Rp. 11.189.874.782
Rp.
1.278.574.945
Rp. 50.174.444.216
Rp. 141.401.722.387
Rp.
315.522.420
Rp. 93.863.080.625
Rp.
5.130.926.250
Rp.
1.639.440.552
Rp.
43.659.332
-
Rp. 305.037.245.509
Rp.
3.221.325.480
Rp.
2.607.809.462
Rp. 111.141.461.647
Rp. 14.977.068.211
Rp.
836.086.222
Rp.
27.664.419
Rp. 132.811.415.441
Rp.
437.848.660.950
|
Rp. 7.343.519.755
Rp. 10.660.965.743
Rp. 39.510.957.926
Rp.
142.989.818.195
Rp. 15.993.248
Rp. 72.644.369.309
Rp. 10.816.321.156
-
Rp. 214.178.291
Rp. 1.898.012.528
Rp.
286.094.136.151
Rp. 3.221.325.480
Rp. 2.745.690.816
Rp.
111.482.464.800
Rp. 15.858.030.646
Rp. 834.505.437
Rp. 27.664.419
Rp. 132.811.415.441
Rp.
437.848.660.950
|
Tabel 4.2
PT.JAYA PARI STEEL.Tbk
NERACA
31
Desember 2011 dan 31 Maret 2012
Keterangan
|
31
Desember 2011
|
31
Maret 2012
|
Pasiva
Kewajiban Jangka Pendek
Hutang :
Usaha – pihak ketiga
Lain-lain
Hutang pajak
Biaya yang masih harus dibayar
![]() ![]()
Kewajiban Jangka Pendek
![]() ![]()
Modal
Modal saham – nilai
nominal Rp.100 per lembar
Modal dasa 1.500.000.000
saham
Modal ditempatkandan disetor
750.000.000 saham.
Agio saham
Saldo Laba
Komponen Ekuitas Lainya
Bagian Laba (rugi) entitas
asosiasi dari laba (rugi)
Belum terealisasi atas efek
tersedia untuk dijual
![]() ![]()
Jumlah kewajiban dan Modal
|
Rp. 80.004.208.872
Rp.
44.006.600
Rp.
678.196.690
Rp.
2.436.875.876
Rp.
6.978.214.469
Rp. 90.141.502.507
Rp. 10.360.448.723
Rp. 10.360.448.723
Rp. 75.000.000.000
Rp.
348.000.000
Rp. 260.941.018.254
Rp.
12.428.451
Rp. 336.301.446.705
Rp. 420.263.817.749
|
Rp. 61.152.526.869
Rp.
44.006.600
Rp.
1.667.697.356
Rp.
2.004.252.294
Rp.
8.733.439.202
Rp.
73.601.922.321
Rp.
9.887.954.474
Rp.
9.887.954.474
Rp.
75.000.000.000
Rp.
348.000.000
Rp.
262.472.494.255
Rp.
(1.290.286)
Rp.
337.819.203.969
Rp. 437.848.660.950
|
Tabel 4.3
PT.JAYA PARI STEEL.Tbk
RUGI/LABA
31 Desember 2011 dan 31 Maret 201
Keterangan
|
31
Desember 2011
|
31
Maret 2012
|
Pendapatan Bersih
![]()
Laba Bruto
Beban Penjualan
Beban umum dan administrasi
Beban Bunga
Penghasilan Bunga
Kerugian kurs mata uang asing
Beban pajak
Bagian laba entitas asosiasi
![]() ![]()
Beban pajak Penghasilan
Pajak Kini
![]() ![]() ![]()
Pendapatan Komprehensif Lain
Bagian entitas asosiasi –
dari laba belum atas efek tersedia\untuk dijual
pajak penghasilan terkait
![]() ![]() ![]()
Laba (Rugi) per Saham Dasar
|
Rp. 234.864.133.909
Rp. 197.137.488.522
Rp. 37.726.645.387
(Rp. 1.749.691.095)
(Rp.
2.312.954.737)
(Rp.
820.898.813)
Rp.
74.204.366
(Rp.
735.463.869)
(Rp.
105.527.550)
-
(Rp.
248.056.499)
Rp. 31.828.257.190
(Rp.
8.116.591.250)
Rp.
218.819.218
(Rp. 7.897.772.032)
Rp. 23.930.485.158
-
-
-
Rp.
23.930.485.158
Rp.
31.91
|
Rp.
85.309.775.310
Rp.
82.603.455.843
Rp.
2.706.319.467
(Rp. 1.191.364.101)
(Rp.
2.616.581.585)
(Rp.
621.922.073)
Rp.
74.015.006
(Rp.
264.280.770)
-
Rp.
327.284.416
(Rp.
82.827.715)
(Rp.
1.669.357.355)
-
Rp. 137.881.354
Rp.
137.881.354
(Rp
1.531.476.001)
Rp.
18.291.649
(Rp.
4.572.912)
Rp.
13.718.737
(Rp.
1.517.757.264)
Rp.
2.02
|